Jesus Always in My live

Jesus Always in My live

Selasa, 13 September 2011

Cangkir Yang Cantik



2 Korintus 4 : 16 – 18
“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”

Sepasang Kakek dan Nenek pergi berbelanja ke sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang indah. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir yang tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud itu berbicara. “Terima kasih atas pujiannya. Perlu diketahui bahwa dulunya aku tidak cantik. Sebelum menjadi seperti sekarang ini, aku hanyalah seonggok tanah liat yang kotor dan tidak berguna. Suatu hari ada seorang pria dengan tangan yang kekar mengambil dan melemparkan aku ke sebuah roda putar. Kemudian ia mulai memutar-mutarnya hingga aku merasa pusing. ‘Stop! stop!’ teriakku, tetapi pria itu menjawab, ‘Belum’ Lalu ia mulai memukuliku berulang-ulang. ‘Stop! Stop!’ teriakku lagi, tetapi pria itu masih saja terus memukul, tanpa menghiraukan teriakanku. Yang lebih buruk lagi, ia memasukkan aku ke dalam perapian, ‘Panas! Panas!’ teriakku dengan keras, tetapi pria itu hanya berkata, ‘Sabar!’ Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku hingga dingin. Kupikir selesailah penderitaanku, ternyata belum. Setelah dingin, ia menyerahkan aku kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnaiku, kulitku terasa perih, ‘Stop! Stop!’ teriakku, tetapi wanita itu berkata, ‘Belum!’ Tidak berapa lama kemudian wanita itu menyerahkan aku kepada pria tadi dan ia kembali memasukkan aku ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! ‘Tolong, hentikan penyiksaan ini!’ teriakku sekuat-kuatnya, tetapi pria itu tetap tidak peduli, ia terus saja membakarku. Setelah itu ia membiarkan aku dingin. Kemudian seorang wanita cantik menempatkan aku di dekat kaca, aku melihat diriku dan aku sangat terkejut, hampir-hampir aku tidak percaya, karena aku telah menjadi sebuah cangkir yang cantik. Semua kesakitan dan penderitaan itu sirna takkala kulihat diriku yang begitu cantik.”

Siapa yang mengatakan bahwa dibentuk oleh Tuhan itu menyenangkan? Pembentukan itu menyakitkan, penuh penderitaan dan banyak menumpahkan air mata! Tetapi, inilah cara yang Tuhan pakai untuk mengubah karakter kita yang jelek, supaya berubah menjadi pribadi yang indah di mataNya, yang memancarkan kemuliaanNya. Untuk mengubah masa-masa yang menyakitkan itu menjadi masa-masa yang menyenangkan, maka kita harus memandang ke depan, bahwa kelak kita akan berubah menjadi indah jika bertahan dalam pembentukan itu.

Apabila Anda sedang menghadapi ujian dalam hidup ini, jangan bersungut-sungut dan tawar hati, karena Tuhan sedang bekerja membentuk kita untuk menjadi pribadi yang indah. Benturan-benturan dan persoalan-persoalan memang menyakitkan, tetapi kita akan segera melupakan segala kesesakan dan kesakitan itu ketika melihat betapa indahnya hasil pembentukan itu.

Tidak ada komentar: