Hal tersebut sangat mempengaruhi cara bersikap terhadap anggota keluarganya..
Dia akan mau membentak Istri,dan anak-anaknya..
Dia juga akan merasa jengkel jika ada orang yang mengganggu kesibukannya,walaupun orang tersebut hanya sekedar mengajak bicara..
Lambat laun sikapnya seperti ini akan membuat anggota keluarga lainnya takut..
Mereka merasa ketegangan jika berhadapan dengannya..
"Masih kuingat seperi sebuah kisah nyataku..
Sewaktu aku masih berumur 5 tahun,karna kelalaian dan sering bermain sampai lupa waktu dan tempat,aku pernah mengalami sebuah kecelakaan kecil yaitu Keningku membentur sebuah tembok dan berdarah..
Lalu aku dilarikan kesebuah klinik dan keningku kena 7 jahitan saat itu..
Saat itu aku melihat Bapak ada ditempat itu masih berpakaian kantor dan sibuk dengan Handphone genggamnya..
Saat itu aku berkata kepada Mommy,"Ma,mana Bapak??Aku pengen ngomong sama Bapak..
Tapi saat Mamy memanggilnya,Bapak tak mau dan berkata "Tunggu dulu"
Sampai pada akhirnya tak jadi sedikitpun..
Bapak tetap asik dengan HP-nya dan jika Mommy memanggilnya untuk melihatku,Dia menjadi marah dan berkata,”lebih penting ini daripada itu dan nanti bisanya saya lihat Dia!!”"
Baik atau tidaknya sikap yang ditunjukkan kepada seseorang atau sesuatu,
ditentukan oleh seberapa besar perhatian yang diberikan terhadap orang atau sesuatu tersebut.
Jika perhatian yang diberikan untuk pekerjaan lebih besar daripada suami,istri,saudara,orangtua,dan anak,Maka kita akan merasa kesal ketika mereka meminta waktu sosoknya.
Atau dia akan memberi waktu dan perhatian kepada Mereka,tetapi hanya dengan setengah hati..
Hal ini juga sama berlaku dengan hubungan kita dengan Tuhan..
Berapa sering kita merasa terganggu dengan jam-jam ibadah atau kegiatan kerohanian gereja
Sebagian orang tidak sempat lagi untuk bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan bacaan firman Tuhan..
Itu semua hanya karna lebih mementingkan pekerjaan atau usaha..
Ada juga yang berdoa terburu-buru sambil sesekali memperhatikan jam dan memikirkan kegiatan lainnya..
Selama masih hidup didunia ini,segala sesuatu yang memang penting..
Kita perlu memberikan perhatian untuk pekerjaan,karena pekerjaan penting untuk kelangsungan hidup kita..
Kita juga perlu memberikan perhatian untuk keluarga,karena kita merupakan bagian dari keluarga..
Kita perlu memberikan perhatian untuk Tuhan dan pekerjaanNya,karena Tuhan yang empunya hidup kita..
Kuncinya terletak dari pengaturan kita,sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan seimbang..
Ketika bekerja,berikan perhatian penuh terhadap pekerjaan..
Ketika kita bersama dengan keluarga dan ketika mereka meminta perhatian kita,
Berikan perhatian penuh kepada Tuhan..
Seperti halnya pemazmur yang datang kepada Tuhan dengan rasa haus dan kerinduan yang besar kepadaNya..
mari lakukan segala sesuatunya dengan penuh perhatian..
Bapa,beriku hikmat agar semuanya bisa berjalan dengan seimbang..Ajarku memberi perhatian penuh untuk Tuhan,Keluarga.dan pekerjaan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar