Jesus Always in My live

Jesus Always in My live

Kamis, 27 Oktober 2011

Peka Terhadap Remaja


Sore itu Sang Ibu sedang menonton Televisi bersama Putra sulungnya Arya.
Sejak tadi aku memrhatikan sikap Arya yang tidak seperti biasanya. 
Ia kelihatan gelisah dan sesekali memandang kearahku.

Kenapa kamu belum makan Ar?? Semuanya sudah makan,kecuali kamu”Kata sang Ibu..
“Arya tidak lapar Ma” jawabnya..
Sesaat setelah itu Ia berkata,”Ma,Arya mau bicara sama Mama.” 
Mendengar nada bicaranya dan mimik wajahnya yang kelihatan cemas,aku jadi kaget .
“Apa yang terjadi dengan anak remajaku ini?” Batinku..
Mama,lebih baik kamar Mama dan Papa dikunci saja kalau Mama dan Papa berangkat bekerja,agar Arya tidak main internet.”
“Kenapa Nak?” tanyaku penuh selidik,
 “Mama,maafkan Arya dan tolong Arya. Kemarin Arya sengaja membuka gambar dan film porno.Itu membuat Arya tidak tenang.Arya merasa berdosa.Arya tidak mau terikat dengan foto dan film itu ma. Tolong bantu Arya bagaiman caranya.”

Mendengar penuturannya,sang Ibu sedih bercampur senang.
SEDIH,karena apa yang selama ini Mereka khawatirkan benar-benar terjadi,bahwa anak mereka mulai membuka gambar dan film porno.
SENANG,karena Ia jujur mengakui kesalahannya dan memohon bantuan mereka agar dia tidak terikat kebiasaan buruk itu. Sang Ibu menangkap kejujurannya sebagai sebuah sunyal bahwa dia tidak ingin terikat dengan dosa,lalu sang Ibu mulai menasihatinya..
Nasihat yang diberi saat itu adalah berisi empat poin :
Pertama : Agar Ia jangan hanya takut kepada manusia dalam hal ini,sebagai orangtuanya.Yang lebih utama harus takut kepada Tuhan,karena sikap ini akanmenjaganya melangkah dari dosa.Sang Ibu menyadari,jika si anak hanya takut kepada mereka,ia bisa melakukannya ditempat lain. Tetapi jika dia takut kepada Tuhan,kapan dan dimanapun ia akan menjaga sikapnya.
Kedua : Hindari situasi yang akan memudahkannya jatuh kedalam dosa,misalnya keadaan sepi tanpa oranglain.Karena itu akan membuat kesepakatan bahwa dia akan bermain internet hanya jika orangtuanya bersama dia.
Ketiga: Menjaga pergaulan.
Sang Ibu mengingatkannya agar tidak berteman  dan ikut-ikutan dengan orang – orang yang akan memberikan pengaruh negatif kepadanya..
Keempat: Jangan bermain-main dengan dosa.Dosa itu seperti perangkap yg akan menjerat dan men gikatnya.
Sebagai orangtua,harusnya peka terhadap keberadaan anak-anak.Anak remaja perlu perhatian dan pengawasan orangtua. Terkadang orangtua berpikir bahwa mereka baik-baik saja,padahal kami selaku anak sedang bergumul dengan kebiasaan buruk.
Bangun hubungan yang dekat dengan anak-anak,agar kami memiliki keterbukaan atas masalah yang kami hadapi..
Sesekali datangi kekamar,lihat apa yang sedang kami lakukan ketika berada dikamar sendirian..

Hanya dengan mendidik kami dalam jalan Tuhan,maka kelak kami akan mendatangkan ketentraman dan sukacita bagi kita (Amsal : 29 : 17 )

Tidak ada komentar: